Jumat, 11 September 2015

Tangki Panel, Tangki Silinder, Roof Tank, Tangki STP, Tangki Solar, Tang...







Hanya 2,5% air di permukaan bumi
merupakan air tawar yang bisa diminum. Sebagian besar tersimpan dalam bentuk es.

Kalau
melihat permukaan bumi yang sebagian besar tertutupi oleh air, seakan-akan
sumber air di dunia ini sangat melimpah ruah.  Pada kenyataannya 97,5 %
air di bumi adalah air laut dan air payau yang tidak dapat diminum. Sisanya
2,5% adalah air tawar. Dari sisa 2,5% tersebut yang merupakan sumber air yang
dapat dipakai manusia hanyalah 0.003% saja, karena sebagian besar air tawar di
bumi tersimpan dalam bentuk es dan gletser atau endapan salju. Cadangan air
bersih terbagi secara tidak merata di permukaan bumi.

Dalam rangka
Hari Air Sedunia, organisasi Palang Merah dan Bulan Sabit Internasional, IRFC
menerangkan, sekitar 880 juta orang di dunia tidak memiliki akses untuk air
bersih. Sementara  2,7 milyar orang tidak memiliki fasilitas sanitasi yang
layak.  Bagi hampir sepertiga dari penduduk dunia, tidak tersedia air
bersih secara mencukupi. Target Pembangunan Milenium PBB (UN Millenium
Development Goal) yang ditetapkan tahun 2000, antara lain menyatakan bahwa
sampai tahun 2015 PBB dengan 192 negara anggotanya sepakat untuk mengurangi
jumlah penduduk di dunia yang tidak punya akses untuk air bersih dan fasilitas
dasar sanitasi yang layak sampai separuhnya. IFRC menuntut dilaksanakannya
lebih banyak kegiatan-kegiatan untuk menunjang pengadaan air bersih, sanitasi
dan kebersihan masyarakat  dunia.

Meskipun air
pada dasarnya memiliki siklus pembaharuan alami, sayangnya  banyak
daerah-daerah  yang tidak dapat  lagi  menyimpan air dengan
jumlah dan kualitas yang mencukupi.  Hal ini disebabkan oleh meningkatnya
kebutuhan akan air bersih  dan menurunnya cadangan air. Meningkatnya
kebutuhan akan air bersih di seluruh dunia tak lepas dari pertumbuhan jumlah
penduduk dan meningkatnya standard hidup. Sementara pencemaran lingkungan dan
perubahan iklim  ikut menyebabkan menurunnya cadangan air bersih bumi.
Memang hanya
ada beberapa daerah yang menderita kekurangan air secara kronis. Di antaranya
adalah daerah Sahel Afrika yang meliputi daerah Sahara di utara sampai savanna
di Selatan, Timur Tengah, dan sebagian wilayah Asia.  Kekurangan air
bersih yang disebabkan oleh faktor ekonomi banyak terjadi di negara-negara
berkembang. Mereka kekurangan dana untuk membangun  infrastruktur dan
sistem  teknologi distribusi air yang beik. Jadi cadangan air yang tersedia
tidak dapat digunakan secara efisien.

Menurut
Palang Merah dan Bulan Sabit Internasional, perubahan iklim dunia serta lajunya
urbanisasi dan migrasi yang tidak terencana telah membawa dampak yang buruk
bagi masyarakat miskin. Padahal akses air bersih, sanitasi dan pendidikan
kesehatan seharusnya merupakan hak asasi manusia, tanpa memandang kaya atau
miskinnya. IFRC mencatat bahwa sekitar 50% kapasitas kamar rumah sakit di
negara berkembang dipenuhi oleh orang yang sakit karena kurangnya air bersih
dan fasilitas sanitasi yang layak.
Pada
beberapa daerah di dunia, kekurangan air bahkan menjadi penyebab konflik.
Di  Asia Tengah misalnya, menurunnya kesehatan akibat buruknya kualitas
air telah menyebabkan kerusuhan sosial. Di daerah Kenya Utara dan Darfur
terjadi bentrok antara  para petani dan kaum nomaden akibat perebutan
sumber air.
Untuk
mengatur masalah air antar negara, PBB telah mengeluarkan konvensi
internasional untuk penggunaan sumber air mengalir  dan air cadangan
lintas perbatasan negara, termasuk air tanah. “The Convention on the Law of
Non-Navigational Uses of International Watercourses” ini masih dalam tahap
ratifikasi. Konflik yang disebabkan oleh perebutan penggunaan sumber air 
terjadi antara Pakistan dan India tahun 1960. Konflik tersebut terselesaikan dengan
damai, dengan dikeluarkannya Konvensi Indus yang mengatur penggunaan sungai
Indus dan anak sungainya di perbatasan Pakistan dan India.

Bersamaan
dengan peringatan hari air sedunia tanggal 22 Maret, IFRC meminta kepada dunia
untuk ikut serta dalam program “Global Water and Sanitation Initiative”, yang
bertujuan untuk mencapai 7 juta orang di dunia dengan program-program dasar
penyediaan air bersih dan fasilitas sanitasi sebelum tahun 2015. Peringatan
Hari Air Sedunia tahun ini,  mengambil tema khusus mengenai kualitas air.

Munge
Setiana

Editor: Hendra Pasuhuk

Berdagang
macam-macam | Tangki Air Fiber | Tangki Panel | Panel Fiber | Tangki Fiber |
Tangki Kimia | Septic
Tank Fiber | Tangki STP | Tangki IPAL | Tangki Komunal | Tangki Pendingin |
Tangki Septik Fiber | Tangki Minyak | Septic Tank | Tangki Kimia |
Tangki Pendingin Tangki Panel | Tangki Panel Fiberglass |
  
                
Menerima
pesanan Tangki Fiberglass beraneka bentuk, rupa dan warna sesuai selera anda.
Mengerjakan
jasa perbaikan dan perawatan ( Maintenance ) untuk berbagai macam Fiberglass.
Kami
mempunyai tenaga-tenaga ahli di bidang fiber, berpengalaman luas dan mampu
bekerja keras.

Untuk
Informasi lebih lanjut silahkan hubungi kami:
Cipta
abadi :
Alamat
Kantor : Jl. Elang No.04 Rt.04/Rw.06 Jati Raden, Jatisampurna, Bekasi 17433
Jawa Barat
Telepon:
021 - 9219 8446 / 0878 3654 8677 / 0821 1426 1210
Email: abi.wanto@yahoo.co.id
dan rocketmail.yahoo.com
Contact
Person: Wanto.
bisa
dilihat juga di website kami sebagai berikut:




Tidak ada komentar:

Posting Komentar